Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen tinggi dalam mengawal rencana megaproyek jalur kereta api khusus batu bara. Pihak legislatif menyatakan siap memasang badan untuk mendukung penuh realisasi pembangunan infrastruktur rel tersebut, termasuk dalam hal intervensi pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Langkah berani ini diambil karena moda transportasi ular besi dinilai menjadi solusi paling konkret dan strategis untuk menyudahi konflik menahun angkutan batu bara di jalan raya Jambi.
Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fattah, menegaskan jika pemerintah daerah memang membutuhkan sokongan anggaran dari APBD untuk mempercepat prosesnya, DPRD secara terbuka siap memberikan lampu hijau. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama demi masa depan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Hafiz Fattah juga menepis kekhawatiran publik mengenai potensi mangkraknya proyek infrastruktur lain akibat adanya rencana ini. Ia menjamin penetapan rencana jalur kereta api logistik tersebut tidak akan mengganggu ataupun menghambat jalannya proyek pembangunan jalan khusus batu bara darat yang saat ini masih dikejar target penyelesaiannya pada tahun ini.
Menurut kajian DPRD, integrasi multimoda antara jalan khusus dan jalur kereta api hilir mudik komoditas adalah hal yang lumrah dan sudah terbukti sukses diterapkan di berbagai daerah kaya tambang lainnya di Indonesia. Rencana pembangunan jalur kereta api khusus ini sendiri awalnya digagas oleh Gubernur Jambi, Al Haris, yang bergerak taktis melakukan penjajakan ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Sinyal positif pun datang dari pemerintah pusat yang menyatakan siap berkolaborasi penuh menyukseskan proyek rel di Provinsi Jambi ini.
Berdasarkan hasil penjajakan intensif tersebut, jalur kereta api khusus ini akan ditarik dari wilayah barat hingga ke timur Jambi. Dari Kabupaten Bungo, lintasan kereta api logistik ini akan dibangun membentang secara berurutan melewati wilayah Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batang Hari, hingga Kabupaten Muaro Jambi. Perjalanan jalur rel ini nantinya akan berakhir di titik hilir yang menjadi pusat bongkar muat dan integrasi komoditas, yaitu kawasan Pelabuhan Talang Duku atau Kemingking.
Dengan adanya kepastian dukungan anggaran dari DPRD Provinsi Jambi, proyek yang membelah empat kabupaten ini diharapkan tidak sekadar memperlancar sirkulasi batuan hitam. Tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat secara luas, melenyapkan macet total di jalan umum, serta menghapus gesekan sosial akibat operasional truk tambang yang selama ini dikeluhkan warga Jambi.
# Jambi
Portal Andalas -
Selasa, 02 Juni 2026
Dobrakan Baru! DPRD Jambi Siap Pasang Badan Kucurkan Dana APBD Demi Megaproyek Kereta Api Khusus Batu Bara!
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen tinggi dalam mengawal rencana megaproyek jalur kereta api khu...
_____________

